PENGERTIAN, CONTOH, MANFAAT, MODEL, CARA
KERJA, DAN KELEBIHAN & KEKURANGAN CLOUD COMPUTING

PENGERTIAN CLOUD COMPUTING
Cloud Computing adalah kumpulan dari beberapa resources yang
terintegrasi menjadi satu dan digunakan melauli web. Sebenarnya, cloud
computing ini didasarkan pada teknologi grid computing yang membuat
skalabilitas suatu sistem komputasi menjadi sangat besar dengan cara menggabungkan
beberapa sumber daya komputer menjadi satu resource. Sehingga tidak salah jika
ada orang yang mengatakan cloud computing adalah grid computing yang
digabungkan dengan virtualisasi.
Cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur
kompleks yang disembunyikannya. Cloud computing ialah suatu metoda di mana
kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a
service), sehingga pengguna bisa mengaksesnya melalui internet tanpa mengetahui
apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki endali terhadap
infrastuktur teknologi yang membantunya.
CONTOH CLOUD COMPUING
Google Drive adalah layanan cloud
storage dari Google yang diluncurkan pada akhir April 2012, yaitu layanan untuk
menyimpan file di internet pada storage yang disediakan oleh Google. Dengan
menyimpan file di Google Drive maka pemilik file dapat mengakses file tersebut
kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer dekstop, laptop, tablet
maupun smartphone. Dan file tersebut dapat di share dengan orang lain untuk
berbagi pakai dan juga kolaborasi peng-editannya. Kapasitas yang disediakan
oleh google drive untuk layanan gratis adalah 5GB, untuk menggunakan kapasitas
lebih dari itu maka akan dikenakan biaya.
Dengan menggunakan Google Drive, berarti pemilik file telah
memiliki back-up file nya di internet, sehingga jika terjadi sesuatu pada file
yang disimpan di komputer atau laptop, misal file tersebut rusak atau hilang
atau terkena virus, atau komputer rusak yang menyebabkan tidak dapat digunakan,
maka file yang berada di Google Drive tetap aman dan tetap bisa diakses
menggunakan komputer lain yang terhubung ke internet.
MANFAAT
CLOUD COMPUTING
Manfaat-manfaat dari teknologi berbasis sistem cloud
1. Semua data tersimpan di server secara terpusat
Salah
satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan
data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh
penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tidak
perlu repot-repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media
penyimpanan/storage, karena semua telah tersedia secara virtual.
2. Keamanan data
Keamanan
data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh
penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan
ISO, data pribadi, dll.
3. Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi
Teknologi
Cloud menawarkan flesibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun
kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet.
4. Investasi jangka panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti
infrastuktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan
biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah
disepakati dengan penyedian layanan Cloud Computing. Biaya royaltu atas lisensi
software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat kompetisi
berbais Cloud.
MODEL
LAYANAN CLOUD COMPUTING
· Software as a
service (SaaS). Model layanan ini mengijinkan user untuk mengaskses aplikasi
yang dijalankan di cloud. User tidak perlu mengelola infrastruktur atau
aplikasi selain aplikasi yang sudah dibatasi settingnya. Cukup mengaksesnya
saja.
Contoh SaaS : Google Apps, Microsoft Office 365, dan OnLive.
·Platform as a
service (PaaS). Model layanan ini mengijinkan user untuk mendistribusikan
aplikasi yang dibangun menggunakan bahasa programming tertentu untuk framework
dan tool yang digunakan diinfrastruktur cloud. User tidak dapat mengatur
infrastruktur, namun memiliki kontrol penuh atas aplikasi yang didistribusikan.
Contoh PaaS : Amazon Elastic Beanstalk, Cloud Foundry, Heroku,
Force.com, EngineYard, Mendix, Google App Engine, Windows Azure Compute dan
OrangeScape.
·Infrastructure
as a service (IaaS). Model layanan ini menyiapkan user dengan pemrosesan,
penyimpanan, jaringan dan infrastuktur sumber komputasi lainnya. User tidak
dapat mengatur infrastruktur, namun tetap dapat mengatur OS (operating system),
aplikasi dan programming framework yang digunakan dalam infrastruktur tersebut.
Contoh IaaS : Amazone CloudFormation, Cloud Rackspace,
Terremark, Windows Azure Virtual Machines, Google Mesin Hitung, dan Joyent.
CARA KERJA
CLOUD COMPUTING
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet
sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk
login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang
dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan
data dan juga instruksi/periintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui
jaringan internet kemudian perintah-perintah tersebut dilanjutkan ke server
aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses
dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah
diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen
dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti
Yahoo atau Gmail. Data dibeberapa server diintegrasikan secara global tanpa
harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan
koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google.
Software dan memori atas data pengguna tidak berada di komputer yang terhubung
ke internet.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN CLOUD COMPUTING
Kelebihan Cloud Computing
1. Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya
investasi infrasturkur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek
fungsionalitasnya,
2. Bagi application developer, layanan Platform as a Service (PaaS)
memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga
meningkatkan produktivitas,
3. Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini
berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi
informasi,
4. Bagi para pebisnis di bidang infrastuktur, hal ini merupakan peluang yang
besrakarena dengan meningkatnya penggunaan layanan Software as a Service (SaaS)
ini akan meningkatkan penggunaan bandwidth internet,
5. Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat.
Kekurangan Cloud Computing
Resiko
yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing anatara lain :
1. Service level, artinya kemungkinan service performance yang
kurang konsisten dari protection dan data recovery,
2. Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh
orang lain karena hosting dilakukan secra bersama-sama,
3. Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level
compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user,
4. Data ownership, mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data
begitu data disimpan dalam cloud,
5. Data mobility, mengacu pada kemungkinan share data antar cloud
service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses
terminasi terhadap layanan Cloud Computing.
Beberapa
pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah
-
Ketidakpastian
kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
-
Kurang
memadainya pelatihan dan audit TI
-
Patut
dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider
-
Ketidakpastian
kemampuan untuk memulihkan data
-
Kedekatan data
pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
-
Ketidakpastian
kemampuan untuk mengaudit operator
-
Ketidakpastian
keberlanjutan keberadaan provider
-
Ketidakpastian
kepatuhan provider terhadap peraturan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar